Kondisi
dan Peluang Sistem Informasi Kesehatan
A. Kondisi Positif Sistem Informasi Kesehatan
Berkembangnya
teknologi informasi dan komunikasi merupakan kondisi positif yang akan sangat
mendukung berkembangnya Sistem Informasi Kesehatan. Oleh karenanya, implementasi
teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan Sistem Informasi
Kesehatan menjadi solusi paling bijak yang harus diambil. Meskipun disadari
bahwa sistem informasi tidak identik dengan komputerisasi, namun perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini sangat signifikan memberi
kontribusi bagi implementasi sistem informasi secara lebih profesional.
Implementasi teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan Sistem
Informasi Kesehatan dapat (1) meningkatkan kualitas dan kecepatan proses kerja
terutama di Fasilitas Pelayanan Kesehatan; dan (2) mengoptimalkan aliran data
sehingga meningkatkan ketersediaan dan kualitas Data dan Informasi Kesehatan
dan yang terkait.
Lebih dari
itu, dewasa ini implementasi teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya
sebatas penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan tetapi telah diintegrasikan
dalam pelayanan kesehatan yang lebih luas. Kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi bahkan telah sampai pada tingkatan mentransformasi pelayanan
kesehatan. Meskipun dibatasi oleh jarak dan waktu, pelayanan kesehatan pun bisa
memungkinkan untuk tetap diberikan. Tenaga kesehatan yang berada di daerah
terpencil dapat berkonsultasi untuk memperoleh pendapat ahli mengenai keputusan
diagnostik, terapi, maupun tindakan lebih lanjut kepada tenaga ahli lain
dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang handal. Komunikasi
tidak hanya melalui suara, tetapi juga dapat mengirimkan gambar digital,
rekaman suara sampai dengan multimedia.
Health
merupakan suatu inisiatif pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk
pelayanan dan informasi kesehatan, utamanya untuk meningkatan kualitas
pelayanan kesehatan dan meningkatkan proses kerja yang efektif dan efisien.
Dalam hal implementasi Sistem Informasi Kesehatan secara elektronik, eHealth
merupakan superset atau suprasistem dari Sistem Informasi Kesehatan yang
diselenggarakan secara elektronik.
Sistem
Informasi Kesehatan adalah seperangkat tatanan yang meliputi data, informasi,
indikator, prosedur, perangkat, teknologi, dan sumber daya manusia yang saling
berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan atau keputusan
yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan. Data Kesehatan adalah angka
dan fakta kejadian berupa keterangan dan tanda-tanda yang secara relatif belum
bermakna bagi pembangunan kesehatan. Informasi kesehatan adalah Data Kesehatan
yang telah diolah atau diproses menjadi bentuk yang mengandung nilai dan makna
yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dalam mendukung pembangunan
kesehatan.
Indikator
Kesehatan adalah istilah, nilai, dan/atau tingkatan sebagai variabel yang
membantu untuk menganalisis atau mengukur status kesehatan atau perubahan baik
langsung maupun tidak langsung dalam pembangunan kesehatan. Sistem Elektronik
Kesehatan adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi
mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan,
mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Data dan Informasi Kesehatan. Dalam
rangka mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan diperlukan Data,
Informasi, dan Indikator Kesehatan yang terperinci dan terklasifikasi dikelola
dalam Sistem Informasi Kesehatan.
Data
Kesehatan harus terbuka untuk diakses oleh unit kerja instansi Pemerintah dan
Pemerintah Daerah yang mengelola Sistem Informasi Kesehatan sesuai dengan
kewenangan masing-masing. Data Kesehatan harus memenuhi standar, yang meliputi:
1.
data sesuai dengan Indikator Kesehatan
2.
jenis, sifat, format, basis data, kodefikasi, dan
metadata yang dapat dengan mudah diintegrasikan;
3.
akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan;
4.
mampu rekam pada alat/sarana pencatatan, pengolahan,
dan penyimpanan data yang andal, aman, dan mudah dioperasikan
B. Peluang
Sistem Informasi Kesehatan
Berdasarkan hasil evaluasi SIK yang dilakukan pada
Pusat Data dan Informasi, dan unit unit lain di Kementerian Kesehatan, serta
unit di luar sektor kesehatan maka diketahui
· Kesadaran
akan permasalahan kondisi SIK dan manfaat eHealth mulai meningkat pada
semua pemangku kepentingan terutama pada tingkat manajemen Kementerian
Kesehatan.
· Telah
ada peraturan perundang-undangan terkait informasi dan TIK.
· Terdapatnya
kebijakan perampingan struktur dan pengkayaan fungsi, memberikan peluang dalam
pengembangan jabatan fungsional pengelolaan SIK.
· Terdapat
jenjang pendidikan informasi kesehatan yang bervariasi dari diploma hingga
sarjana di perguruan tinggi.
· Para
donor menitik beratkan program pengembangan SIK.
· Registrasi
vital telah dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan telah mulai dengan
proyek percobaan di beberapa Provinsi.
· Adanya
inisiatif penggunaan nomor identitas tunggal penduduk oleh Kementerian Dalam
Negeri yang merupakan peluang untuk memudahkan pengelolaan data sehingga
menjadi berkualitas.
· Kebutuhan
akan data berbasis bukti meningkat khususnya untuk anggaran (perencanaan) yang
berbasis kinerja.
Referensi
http://litesite.blogspot.co.id/2014/09/sistem-informasi-kesehatan-sik.html
http://masoleno.blogspot.co.id/2016/10/sisitem-informasi-kesehatan-sik.html
http://xenonitr.blogspot.co.id/2014/09/sistem-informasi-kesehatan-sik-a.html
http://njifauziah.blogspot.co.id/2015/03/resume-sistem-informasi-kesehatan-sik.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar